Suara Klakson dan Etika Lalu Lintas (bagian-4, bersambung) (Catatan Perjalanan Dinas AKN Pacitan dalam Joint Working Group (JWG) di Perancis

05 Juli 2022 – Lima hari tinggal di kota Valenciennes (baca Valongsiens) dan Paris meninggalkan kesan yang mendalam. Saat mulai tinggal di hotel Le Grand, Valenciennes pada hari Senin, 27 Juni 2022 dan meninggalkan kota Paris pada Jumat, 1 Juli 2022 banyak hal yang bisa diceritakan. Beberapa hal di antaranya adalah budaya perilaku orang-orang di kota ini saat mereka berada di jalan raya.

Orang-orang di kota ini memiliki perilaku tertib di jalan raya. Mereka senang jalan kaki. Kemana pun mereka pergi biasanya selalu jalan kaki dan memanfaatkan transportasi umum sebagai sarana berkendara. Bis, tram dan kereta api menjadi pilihan utamanya untuk mengantar ke tempat tujuan. Kendaraan roda dua sangat jarang dijumpai di jalan raya.

Budaya tertib di jalan raya bisa dilihat saat mereka berada di tempat penyeberangan jalan (zebra-cross). Mobil-mobil akan selalu berhenti saat lampu merah menyala dan berjalan saat lampu hijau. Kendaraan-kendaraan tersebut akan memberi kesempatan kepada para pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Para pejalan kaki pun juga tertib. Mereka selalu menyeberang di tempat penyeberangan yang telah disediakan. Motto ‘Utamakan pejalan kaki betul-betul berlaku di negeri ini’.

Suara klakson kendaraan juga jarang terdengar di sini. Di negara-negara maju seperti Perancis, negara-negara di Eropa lain, Amerika, Jepang dan negara maju lainnya suara klakson memang jarang sekali terdengar. Para pengemudi kendaraan sangat taat pada aturan lalu lintas sehingga sangat minim pelanggaran hingga mereka jarang membunyikan klakson. Suara klakson hanya terdengar pada saat-saat yang memang harus dibunyikan, misalnya ketika ada kendaraan yang tiba-tiba pindah jalur ke jalur yang sedang kita lalui. Suara klakson memang menjadi sarana komunikasi antara pengemudi kendaraan dengan pengemudi lain atau dengan lingkungan sekitar, namun tetap harus beretika menggunakannya. Saat kita menggunakan klakson, kita juga harus berempati sebagai orang lain yang mendengar suara klakson tersebut.

Lalu bagaimana dengan budaya membunyikan suara klakson di Indonesia? Sepertinya kita memang harus belajar etika menggunakan klakson ke negara maju. Kita mesti belajar agar tidak memencet tombol klakson saat di kemacetan. Kita mesti belajar untuk tidak membunyikan suara klakson saat lampu lalu lintas berubah menjadi hijau. Kita juga perlu belajar ke mereka agar kita cukup menyalakan lampu dim saat malam hari atau ketika akan menyalip kendaraan lain.

—bersambung—

( 05 Juli – Prof. Dr.Joko Triyono, S.T., M.T. )

#aknpacitan
#aknpacitan2022
#akademikomunitasnegeri
#akademikomunitasnegeripacitan

Link IG : https://www.instagram.com/p/CfqgZMbrGyK/?hl=en

Please follow and like us:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *