Salah Menilai China – Catatan Perjalanan ke-1

Hari itu, Minggu 2 Agustus 2026 sekitar pukul 14an kami sudah masuk di area kampus Liuzhou Polytechnic University (LZPU) di Liuzhou, Guangxi, China. Total perjalanan yang kami tempuh sekitar 24 jam, yakni sejak pesawat tinggal landas dari bandara Soekarno Hatta jam 13.45 WIB sehari sebelumnya lalu mendarat di bandara Gaoqi, kota Xiamen kemudian transit semalam sekaligus menginap di hotel Harbor Ming Zhu di kota yang sama. Pagi harinya kami mesti harus bertolak melanjutkan penerbangan ke bandara Liangjiang di kota Guilin. Turun dari bandara ini, kami masih harus melanjutkan perjalanan darat menuju kota tujuan Liuzhou, tempat kampus LZPU berada. Jarak antara bandara terakhir dengan LZPU sekitar 160 KM dengan waktu tempuh dua jam. Kami akan mengikuti workshop tentang Artificial Intelligence (AI) selama 14 hari hingga tanggal 15 Agustus 2026 nanti. Dengan jumlah peserta 22 orang dari Perguruan Tinggi Vokasi di seluruh Indonesia, kami sudah berniat untuk menuntut ilmu di Negeri China.

Sepanjang perjalanan darat dua jam ini, tampak pemandangan indah di sisi kiri dan kanan jalan. Bukit-bukit dan pepohonan hijau menghiasi bagian luar kedua sisi kaca bis. Di hutan yang berbukit-bukit itu banyak ditanam pohon tanaman industri penghasil bahan baku pabrik kertas.

Kami sempat salah menilai tentang China. Bayangan kami, China dengan penduduk terbesar di dunia (lebih dari 1,41 Milyar) jiwa pasti akan banyak perumahan di pinggir jalan, jalan raya macet, lalu lintas padat, semrawut dan sebagainya. Semua itu ternyata meleset. Di kota-kota yang kami lalui tadi, tidak ada kemacetan jalan, jalan raya memiliki lebar jalan yang bisa dilalui empat lajur mobil, kendaraan berhenti tertib saat lampu merah menyala, mobil yang parkir di pinggir jalan pun juga rapi meskipun tanpa Juru Parkir. Di sepanjang jalan kendaraan didominasi kendaraan listrik, baik roda dua atau empat dan hanya sedikit kendaraan berbahan bakar minyak. Mayoritas kendaraaan adalah buatan China, hanya sedikit yang buatan Jepang, Eropa dan Amerika.

Mengapa di kota Liuzhou banyak kendaraan listrik? Apakah karena pabrik mobil Wuling berada di kota ini? Atau apakah karena kebijakan Pemerintah China untuk menggalakkan kendaraan listrik? Atau karena hal lain?. Saya belum tahu jawabannya…


(Joko Triyono, Liuzhou, 3 Agustus 2026)
Bersambung…

Please follow and like us:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *